NAMA : ANTONIUS TANDU
NIM : 2014330008
PRODI : AGROTEKNOLOGI
MK : PENDIDIKAN PANCASILA (F)
UJIAN :
UAS
DOSEN :
SUGENG RUSMIWARI
NO 4. PENDIDIKAN PANCASILA DI PERGURUAN TINGGI HUBUNGAN DENGAN KOMITMEN UPAYA PEMBERANTASAN
KORUPSI
ABSTRTAK
Upaya yang harus dilakukan untuk memberantas dan membasmi
korupsi ini bukan hanya sekedar menggiatkan pemeriksaan, penyelidikan, dan
penangkapan koruptor. Upaya pemberantasan korupsi juga bukan hanya sekedar
dengan menggiatkan kampanye peningkatan nilai-nilai moral seseorang. Namun
upaya korupsi harus secara mendalam menutup akar penyebabnya melalui ;
Negara melalui pemerintah harus melakukan
perbaikan kondisi hidup masyarakat secara menyeluruh, terutama dalam konteks
perbaikan ekonomi. Negara dalam hal ini bertanggung jawab dalam memenuhi
kebutuhan-kebutuhan hidup masyarakat, baik secara bathin maupun lahiriah,
primer maupun sekunder, fisik dan non-fisik secara seimbang. Jika kehidupan
masyarakat terus menerus didera dengan kemiskinan, maka keinginan untuk mencari
jalan pintas demi memperkaya diri, akan terus muncul dan berkembang dalam
pikiran masyarakat kita. Sebab masalah korupsi bukan hanya masalah penegakan
dan kepastian hukum saja, namun masalah korupsi juga integral dengan masalah
sosial, ekonomi dan politik.
Membangun sistem kekuasaan yang demokratis.
Prilaku korup juga turut ditopang oleh sistem yang mendorongnya. Jika kekuasaan
berwujud sentralistik, otoriter dan menindas, maka bukan tidak mungkin korupsi
akan terus menerus terjadi. Kita memerlukan sebuah sistem pemerintahan yang
demokratis, transparan, tidak anti kritik, serta meemiliki wujud penghormatan
yang tinggi terhadap masyarakat sipi
Perbaikan sistem dan mutu pendidikan. Hal ini
memungkinkan untuk menamankan prilaku yang bersih, jujur dan bertanggung jawab
bagi siswa-siswa sekolah sedari dini. Prilaku pengajar para (dosen, guru, dan
lain lain) juga harus ikut diperbaiki. Selama ini, tak jarang dari para
pengajar tersebut memberikan contoh yang buruk kepada anak didiknya yang bisa jadi
kelak akan diadopsinya dalam kehidupan sehari-hari. Semisal jual ijazah dan
nilai, bisnis buku/modul pelajaran, pungutan liar hingga cara mengajar yang
kaku, otoriter dan cenderung menekan anak-anak didiknya. Jika hal tersebut di
atas tidak mampu kita praktekkan secara serius, maka tidak ada jaminan bahwa
prilaku korup masyarakat Indonesia akan hilang dengan sendirinya. Bisa jadi
justru akan semakin subur tanpa dapat kita hentikan bersama-sama.
****SEKIAN****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar